Rabu, 29 Oktober 2014

Subhanallah, Ini Bukti-bukti Jika Ka’bah Itu Pusat Bumi (1)


Subhanallah, Ini Bukti-bukti Jika Ka’bah Itu Pusat Bumi (1)

“Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia,” (QS.5 Al-Maa’idah : 97)

BAYANGKAN jika kita berada di masa ayat ini diturunkan, tentu kita sama sekali tidak menyangka bahwa Ka’bah memang benar-benar sebagai pusat bumi. Dan mungkin saja beberapa diantara kita tidak percaya, namun kini semua itu terbukti baik dari segi geografi maupun dari segi astronomi.


Bukti yang tidak terbantahkan sama sekali, dan inilah salah satu sebab mengapa Qur’an disebut sebagai mukjizat terbesar dan sepanjang masa. Mukjizat ayat-ayatnya masih dapat kita lihat hingga detik ini.

Sebuah Kitab yg mengaku dari ALLAH, harus berani dihadapkan dengan segala macam soalan, segala zaman, segala segi, segala sisi, dari sudut manapun & harus sepanjang zaman.

Dari segi Sastra, matematika, astronomi, sains, tata negara, muamalat, ekonomi, Kode-kode angka, jumlah surah, jumlah ayat, jumlah kalimat, jumlah huruf, segala ilmu, segala abad, sejak penciptaan alam semesta, masa lalu, masa kini, masa depan, sehingga masa kiamat & kehidupan setelah kiamat sekalipun

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa’:82

Lalu, bukti apa saja yang menjadikan Ka’bah sebagai pusat bumi ini?

Bukti Pertama:

Sudah sejak 1000 tahun terakhir, sejumlah matematikawan dan astronom Muslim seperti Biruni telah melakukan perhitungan yang tepat untuk menentukan arah kiblat dari berbagai tempat di dunia. Seluruhnya setuju bahwa setiap tahun ada dua hari dimana matahari berada tepat di atas Ka’bah, dan arah bayangan matahari dimanapun di dunia pasti mengarah ke Kiblat. Peristiwa tersebut terjadi setiap tanggal 28 Mei pukul 9.18 GMT (16.18 WIB) dan 16 Juli jam 9.27 GMT (16.27 WIB) untuk tahun biasa. Sedang kalau tahun kabisat, tanggal tersebut dimajukan satu hari, dengan jam yang sama.

Pada saat-saat waktu diatas, ialah sangat tepat sekali jika digunakan untuk mengkoreksi kiblat di setiap masjid di daerah2 lain. Kita hanya tinggal mengikuti bayangan pada waktu yang telah ditentukan seperti diatas. Maka tidak perlu lagi susah-susah menentukan arah kiblat yang benar.

Tentu saja pada waktu tersebut hanya separuh dari bumi yang mendapat sinar matahari. Selain itu terdapat 2 hari lain dimana matahari tepat di “balik” Ka’bah (antipoda), dimana bayangan matahari pada waktu tersebut juga mengarah ke Ka’bah. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 28 November 21.09 GMT (4.09 WIB) dan 16 Januari jam 21.29 GMT (4.29 WIB)

Bukti Kedua:

Astronout Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?”

Para Astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada masalah tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.

Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Radiasi dari Ka’bah ini tak dapat diketahui tanpa pesawat antariksa abad 20, membuktikan jika Qur’an berasal dari Allah dan bukti Qur’an mukjizat sepanjang masa. Kerana banyak ayat yang baru dapat dibuktikan oleh peralatan terakhir, zaman terakhir.

BERSAMBUNG

Selasa, 21 Oktober 2014

Hewan Selamatkan Ribuan Warga dari Gempa


2 Februari 1975, kota Haicheng Cina seperti biasa riuh ramai oleh aktifitas para penduduknya. Namun kesibukan masyarakat kota berpopulasi mencapai 1 juta penduduk ini terusik oleh gejala yang tidak biasa.

Sejumlah binatang menunjukkan perilaku aneh. Sejumlah Anjing peliharaan masyrakat Heicheng, melolong dan menggonggong tanpa sebab. Tidak hanya itu, beberapa hewan lain juga bersikap aneh dan menunjukkan kegelisahan yang amat sangat.

Pemerintah kota Heicheng pun merespon cepat gejala binatang tersebut dengan mengevakuasi seluruh penduduk keluar dari kota. Karena perilaku aneh binatang tersebut diyakini menjadi pertanda bakal terjadi bencana alam dahsyat seperti gempa bumi. Masyrakat pun segera berbondong-bondong meninggalkan tempat tinggalnya dan menjauh dari kota.

Sehari setelah proses evakuasi, perkiraan pemerintah kota Heicheng pun menjadi kenyataan. Sekitar pukul 19.36, 4 Februari 1975, Heicheng dihantam gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter. Hampir 90 persen bangunan di kota tersebut hancur porak poranda dihantam gempa.

Meski demikian, hanya sedikit korban jiwa dalam gempa tersebut. Karena mayoritas penduduk telah mengungsi terlebih dahulu. Proses evakuasi yang dilakukan pemerintah kota Heicheng pun berhasil menyelamatkan banyak nyawa. Jika kota tidak dievakuasi, diperkirakan jumlah korban jiwa dan luka bisa melebihi 90 ribu jiwa.

Insiden Haicheng pun memberikan harapan kepada masyarakat bahwa gempa bumi mungkin bisa diprediksi. Sehingga sejumlah penelitian dilakukan untuk mengenali keterkaitan antara perilaku hewan dengan prediksi bakal terjadinya gempa. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh negara Jepang.

Negara yang dikenal rawan gempa ini telah lama mempelajari perilaku aneh binatang dengan harapan menemukan apa yang mereka dengar atau rasakan sebelum Bumi getar. Oleh karenanya, pemerintah Jepang kerap menjadikan perilaku hewan sebagai salah satu unsur penting dari sistem peringatan gempa, bersamaan dengan penggunaan instrumen seismik teknologi tinggi. Namun benarkah perilaku aneh hewan berkaitan erat dengan bakal terjadinya gempa?

Prediksi Hewan Tentang Gempa Hanya Lelucon ?

Walau banyak kisah yang menceritakan bahwa hewan dapat memprediksi gempa, tidak sedikit ilmuwan yang tidak percaya adanya keterkaitan akan hal itu. Sejumlah ilmuwan percaya perubahan perilaku aneh hewan tidak cukup tepat untuk dijadikan acuan bakal terjadi gempa. Masih banyak data penunjang yang tidak cukup kuat untuk memastikan adanya keterkaitan antara perilaku aneh binatang dan gempa.

Ahli Geofisika asal United State Geological Survey (USGS), Andy Michael mengaku tidak percaya dengan fenomena tersebut. Menurutnya, susah mengenali motif yang membuat para hewan berperilaku aneh. USGS sendiri pernah melakukan penelitian terhadap hal itu pada 1970-an. Namun belum menemukan hasil yang sesuai harapan.

Menurutnya, gempa bumi merupakan gejala atau fenomena alam yang tiba-tiba dan sulit diprediksi. Sehingga Seismologi tidak memiliki cara untuk tahu persis kapan atau di mana gempa akan terjadi. Sekitar 500 ribu terdeteksi perkiraan gempa setiap tahun di seuruh dunia. Dari sekian banyak perkiraan gempa yang terdeteksi, hanya 100 ribu getaran yang bisa dirasakan oleh manusia, dan 100-nya yang menyebabkan kerusakan.

“Kita banyak dihadapkan dengan banyak lelucon. Hewan bereaksi terhadap begitu banyak hal, seperti rasa lapar, mempertahankan wilayah mereka, kawin dan menghadapi predator. Jadi sulit untuk menjadikan itu (perilaku aneh hewan) sebagai peringatan dini gempa,” ujarnya seperti dilansir National Geographic.



Lake Nyos, Danau Pembunuh Paling Mematikan di Dunia



Secara sepintas, danau Nyos yang berada di benua Afrika ini seperti danau-danau biasa lainnya. Namun siapa kira, danau indah yang terletak di negara Kamerun ini dijuluki danau pembunuh karena pernah memiliki kisah mengerikan yang membuat ribuan nyawa melayang. Insiden mengerikan itu terjadi pada tanggal 21 Agustus 1986. Diawali sebuah suara gemuruh dari arah danau yang membuat seluruh warga yang menghuni sekitar danau terkejut dan berbondong-bondong ke sana untuk mengetahui sumber suara. Setelah suara gemuruh berhenti, selanjutnya mencuat zat berbusa dari dalam danau dan naik ke atas membentuk awan putih besar yang mengapung di atas danau. Tidak hanya itu, awan putih misterius itu juga menyelubungi area sekitar danau. Gumpalan awan putih misterius itu membuat warga dan ternak yang berada di sekitar danau mengalami sesak nafas dan hilang kesadaran hingga meregang nyawa. Tidak hanya itu, pepohonan di sekitar danau pun ikut mati akibat gumpalan awan misterius.

Dilansir dari wikipedia, tercatat jatuh korban 1.700 jiwa dan 3.500 hewan ternak yang berada di 25 kilometer sekitar danau. Desa yang terkena dampak paling parah adalah Cha, Nyos, dan Subum.

Seorang korban yang berhasil selamat, Joseph Nkwain mengungkapkan pengalaman mengerikan tersebut, Bagaimana awan putih misterius itu dengan cepat langsung menyelubungi desanya dan membuat para penduduk tidak sempat menghindar.

“Saya tidak bisa membuka mulut saya. Dan saya mencium aroma yang mengerikan. Sangat tidak wajar. Saya melihat anak saya mendengkur kesulitan bernafas. Saat selanjutnya terjatuh dan pingsan,” kata Joseph.

Usai bencana ini, banyak korban selamat yang dirawat di rumah sakit utama di ibukota Kamerun, Yaoundé. Para korban diketahui telah keracunan gas yang mengandung unsur hidrogen dan sulfur.

Keracunan gas inilah yang menyebabkan terjadinya efek pembakaran dan nyeri di mata serta hidung dan membuat batuk serta tanda-tanda sesak napas mirip seperti dicekik.

Misteri Terungkap Dari penelitian para ahli, terungkap jika dasar danau Nyos memiliki kadar CO2 yang sangat tinggi. Dan kisah tragis ini dipicu runtuhnya sebuah tebing di tepi danau yang menggoncang lapisan air sehingga mendorong CO2 mencuat ke permukaan danau. Selanjutnya, aliran CO2 merambat ke pemukiman warga.

Bencana besar yang menimbulkan jatuhnya ribuan korban jiwa ini membuat danau Nyos dijuluki “Danau paling Mematikan” oleh Guinness World Records pada tahun 2008.


Perjalanan Nuh Sampai ke Eropa?


Nuh dan keluarganya tinggal di sebuah kota bernama Enos.

Benarkah Perjalanan Nuh Sampai Ke Eropa?

Sekitar empat ratus tahun lalu, sebuah buku diterbitkan di London yang menceritakan tentang perjalanan Nuh ke Eropa. Kontroversi buku ini menimbulkan berbagai pertanyaan yang tak terjawab, bagaimana perjalanan Nuh sebenarnya? Siapa para dewa Yunani yang mereka sebut Prometheus, Titan, Hercules, dimana buku ini menjelaskan tentang orang-orang yang berada disekitar Nuh sebelum banjir besar melanda dunia.

Sebuah buku yang berjudul 'An Historical Treatise Of Travels Of Noah Into Europe' terbit di London pada tahun 1601, buku ini memberikan wawasan baru tentang sejarah kuno terutama keluarga Nuh. Penulisan buku ini berdasarkan fragmen yang diduga berasal dari Berosus, seorang imam Chaldean abad ke-3 SM. Berosus dianggap sebagai seorang sejarawan terkenal pada masanya, patung tembaga dibangun untuk menghormatinya di Athena. Disebutkan, Berosus pernah menulis tiga buku dalam bahasa Yunani, tetapi sekarang hilang dan karyanya hanya tersedia beberapa kutipan.

Perjalanan Nuh Ke Eropa

Dalam buku Berosus tertulis daftar peristiwa dan isu terkait yang pernah terjadi, termasuk kisah perjalanan Nuh dan keluarganya pada masa Pra-Deluvian (sebelum banjir besar). Dalam berbagai catatan sejarah, kebanyakan kisah Nuh disebutkan sebagai sosok bertubuh besar atau raksasa, tetapi penggambarannya sebagai seorang yang baik. Walaupun dalam legenda yang diceritakan, raksasa lebih dominan melakukan kejahatan, tapi tidak dengan Nuh. Dalam buku ini juga disebutkan istrinya yang bernama Tytea (Aretia), berikut tiga putra pertamanya adalah: Sem, yang diartikan 'terkenal', dia disebut Melchisedech. Ham atau Cham, diartikan 'halus, lembut dan memahami seni', adalah putra kedua meskipun Berosus menegaskan bahwa dia yang termuda. Yafet, yang artinya sama dengan 'kebebasan'.

Kisah Nuh dan keluarganya tinggal disebuah kota bernama Enos, kota pertama dunia yang dibangun oleh Kain (anak Adam) di kaki gunung Libanus ditanah Suriah, provinsi Fenisia yang saat ini tidak jauh dari kota Yerusalem. Banyak raksasa, astronom dan peramal bijaksana di Enos yang meramalkan Banjir Besar. Kebanyakan raksasa fasik hidup pada waktu itu, kecuali raksasa baik seperti Nuh dan keluarganya termasuk Titea istrinya, ketiga anaknya Sem, Cham (Ham), Yafet (Yafef, Japeth), dan istri-istri anaknya (Pandera, Noela dan Noegla).

Sumber : http://www.isains.com/2014/10/benarkah-perjalanan-nuh-sampai-ke-eropa.html#ixzz3GnMX2jmO

Dunia hancur pada tanggal 18 April tahun ketika Nuh berusia 600 tahun, tahun-tahun ini mengakhiri Zaman Pertama Dunia menurut perhitungan seorang Yahudi, Philo. Ketika banjir surut, bahtera terdampar disebuah bukit yang tinggi, bukit itu bernama Gordicus diwilayah Armenia. Diperkirakan Nuh dan keluarganya keluar dari kapal sekitar 833 tahun sebelum Troy atau 2317 tahun sebelum kelahiran Isa.

Nuh melewati sepanjang daratan dan menemukan dataran berpilar marmer, dimana dia mengukir kisah Banjir Besar. Sampai hari ini (menurut penulis buku tahun 1601, batu ini masih ada) batu ini disebut Myri-Adam (Isu Nuh) berada di Armenia. Setelah banjir besar, Nuh mempunyai anak-anak lain dari istrinya Tytea, disebutkan setidaknya ada 30 anak meskipun hanya menemukan 29 orang pada ukiran batu itu. Anak-anak Nuh yang tertulis diantaranya: Tuyscon, Prometheus, Iapetus, Macrus, Termasuk 16 Titan yang kesemuanya raksasa. Cranus, Granaus, Oceanus, Tipheus.

Anak perempuan, termasuk Araxa yang disebut Si Besar, Regina, Pandora, Crana, Thetis. Beberapa penulis menyatakan lebih dari 30 orang anak, meskipun tidak yakin apakah lebih banyak putra ataupun putri.

Nuh disebut Ogyges Saga yang artinya Orang Scythia, Patriarkh Agung, Imam Penguasa, dan Pengorbanan Besar. Berosus menegaskan dalam pernyataannya 'Peristiwa terjadi selama hikayat, yaitu para imam terkenal Noam'. Orang-orang Scythia dan Armenia memanggilnya Olybarma dan Arsa, yang artinya Surga dan Matahari, dia membangun berbagai kota dengan nama dirinya dan istrinya. Dia juga disebut Ianus, dalam bahasa Scythia berarti 'pemberi anggur', disebutkan bahwa Nuh adalah orang pertama yang mengetahui manfaat anggur dan mabuk bersama temannya.

Nuh Pendiri Kerajaan Di Eropa

Sekitar 120 tahun setelah kembali dari perjalanan, Nuh mulai membagi kerajaan dan mendirikan monarki dunia. Yang pertama adalah raksasa Nembroth (Namrud), putra Cush bin Cham (cucu Nuh dari Cham/Ham) dan dianggap sebagai Saturnus pertama atas Babel dan Asyur yang hidup damai selama 56 tahun. Beberapa tahun setelah mendirikan Babel, Nuh membagi empat kerajaan di Eropa antara lain: Italia dipimpin Raja Comerus Gallus (Gomer), putra sulung Yafet. Spanyol dipimpin Raja Tuball, juga disebut Inball, anak ke-15 dari Yafet. Prancis dipimpin Raja Samothes, disebut juga Dis, anak ke-4 dari Yafet. Tapi menurut Holinshed, dia anak ke-6 dari Yafet dan Raja Celtica mencakup Inggris dan Prancis. Almaign (Jerman) dipimpin Raja Tuyscon yang juga anak-anak Nuh.

Perjalanan Nuh kedua dilanjutkan ke Eropa, meninggalkan Sabatius Saga dan Nembroth (Namrud) untuk memerintah Armenia. Sabatius Saga (Saturnus) memiliki semua kerajaan bagian Bactria yang mengarah ke India (Tartaria). Dalam buku ini juga disebutkan bahwa Noe Ianus mempunyai dua kunci untuk menunjukkan bahwa dia adalah penemu gerbang dan pintu, dimana sistem penguncian membuat pekerjaan mereka semakin cepat, sehingga kuil suci dan tempat-tempat suci tidak boleh tercemar.


Referensi An Historical Treatise Of Travels Of Noah Into Europe: Containing the first inhabitation and peopling thereof. Done into English by Richard Lynche, Gent. Publish in London, printed by Adam Islip 1601. Nuremberg Chronicle uses the spelling "Cham", by Hartmann Schedel, image courtesy of Wikimedia Commons.

Sumber : http://www.isains.com/2014/10/benarkah-perjalanan-nuh-sampai-ke-eropa.html#ixzz3GnNevhyt Follow us: @idsains on Twitter | misterialam on Facebook